Sejarah Desa
Sejarah Desa
Menurut sejarah Kurang lebih pada tahun 1975 yang lampau,Desa Rantau Bujur Hilir ini adalah Pemekaran dari Desa Rantau Bujur dikatan Desa Rantau Bujur karena desa tersebut dilihat dari hulu ke hilir sangat Bujur atau lurus dan juga letaknya di sebelah Hilir atau Barat maka karena itulah desa kami disebut Desa Rantau Bujur Hilir daerah kawasan “Sungai Tabukan” yang sekarang ini meliputi desa Sungai Tabukan, desa Nelayan dan desa Galagah Hulu, desa Galagah, dan desa Taluk Cati, desa Pasar Sabtu dan desa Banua Hanyar, desa Hilir Mesjid dan desa Gampa Raya, desa Sungai Haji dan desa Rantau Bujur Hulu, desa Rantau Bujur Tengah dan Rantau Bujur Darat, desa Rantau Bujur Hilir dan desa Tambalang Raya” yang masih di dalam wilayah kecamatan “Sungai Pandan”, masih berupa wilayah dataran rendah dan persawahan.
Setelah sekian lama perkembangan Desa Rantau Bujur Hilir sudah semakin maju dan berkembang terutama jumlah semakin banyak dan jumlah perumahan warga semakin bertambah sehingga pada akhirnya Pemerintah Desa dan Kecamatan berserta Pemda Memutuskan pada 2007 Melakukan Pemekaran Kecamatan tersebut menjadi dua yaitu Sungai Pandan yang terdiri dari 33 Desa dan Sungai Tabukan terdiri dari 17 Desa , setelah resmi Desa Rantau Bujur Hilir mulai berdiri sendiri sejak tangggal dan tahun yang di tetapkan dengan membantuk Pemerintahan Sendiri dan aturan sendiri dengan Pimpinan oleh Kepala Desa. Desa Rantau Bujur Hilir dari sejak dimekarkan sudah dipimpin oleh 3 Kepala Desa yang dipilih langsung Oleh masyarakat melalui PILKADES. Dalam sejarah dulu pendatang yang datang ke daerah ini adalah bertempat di Desa Rantau Bujur Hilir Dan Kepala Desanya juga berada di Rantau Bujur Hilir. Jadi dulu Sebelum dimekarkan menjadi Empat desa, Pemerintahan Desanya hanya ada Desa Rantau Bujur Sebelum pindah ke Desa Rantau Bujur Hilir.
Where does it come from?
Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of "de Finibus Bonorum et Malorum" (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", comes from a line in section 1.10.32.